<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Faizal Ramadhan</title>
	<atom:link href="http://faizalramadhan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faizalramadhan.com</link>
	<description>We are young. So let&#039;s set the world on fire.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 14:36:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<image>
<link>http://faizalramadhan.com</link>
<url>http://faizalramadhan.com/wp-content/cbnet-favicon/dgical-237x300.jpg</url>
<title>Faizal Ramadhan</title>
</image>
		<item>
		<title>Potensi Agro Wisata Desa Loka</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/potensi-agro-wisata-desa-loka.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/potensi-agro-wisata-desa-loka.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agro Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#LombaBlogWisataSulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Loka]]></category>
		<category><![CDATA[sulawesi selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 3 Juli 2010 dalam perjalanan 5 jam dari Makassar membawa saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di desa ini. Desa yang kemudian saya tasbihkan sebagai kampung halaman saya yang kedua. Yah, Dusun Loka Desa Bontomarannu Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. Sangat indah dan mempesona. Dua bulan saya habiskan waktu bersama kesepuluh teman saya di desa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 3 Juli 2010 dalam perjalanan 5 jam dari Makassar membawa saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di desa ini. Desa yang kemudian saya tasbihkan sebagai kampung halaman saya yang kedua. Yah, Dusun Loka Desa Bontomarannu Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. Sangat indah dan mempesona.</p>
<p><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/banner-south-sulawesi-tourism-31.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-878" title="" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/banner-south-sulawesi-tourism-31.png" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Dua bulan saya habiskan waktu bersama kesepuluh teman saya di desa ini dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mengabdi dan membantu masyarakat desa dalam konstribusi sebagai civitas akademika pada tanggungjawab terhadap Tri Darma Pendidikan yakni Pengabdian Masyarakat. Beruntung rasanya ketika pengumuman lokasi KKN dan saya salah satu yang ditempatkan di desa Loka. Pengalaman yang luar biasa bisa mengenal desa ini dan mengenal masyarakatnya dan kehidupan di dalamnya.</p>
<div id="attachment_880" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_10-47.jpg"><img class="size-medium wp-image-880  " title="Kebun di Desa Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_10-47-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun di Desa Loka</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berkenalan Dengan Loka.</strong></p>
<p>Kalau di Jawa tengah memiliki Desa Dieng sebuah kaldera raksasa dari gunung Prahu dan di Jawa Timur punya Desa Batu di Malang maka Di Sulawesi Selatan juga memiliki desa agrowisata bernama Loka. Terletak di dalam Kecamatan Uluere, Desa Bontomarannu dan Desa Bonto Lojong namun lebih dikenal masyarakat luas dengan sebutan Loka. Berada di ketinggian antara 1070 m hingga 1300 m dari atas permukaan laut (mdpl), Desa Loka di Kecamatan Uluere sejak dulu dikenal sebagai desa agrowisata penghasil berbagai jenis sayuran dataran tinggi, seperti kol, wortel, buncis dan kentang. Dalam 3 tahun terakhir bahkan telah dibudidayakan buah stroberi dan apel.</p>
<p>Melewati jalan menanjak yang berkelak-kelok, dibutuhkan waktu sekita 1 jam dari pusat kota Banteng untuk menempuh jarak sekitar 24 km. Terbentang pemandangan eksotis yang memanjakan penglihatan sejauh mata memandang. Hijaunya perbukitan dan perkebunan jagung, langit biru yang cerah, masyarakat lokal yang masih beraktifitas, menyatu dalam harmonisasi alam yang berimbang.</p>
<div id="attachment_889" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P23-08-10_17-35.jpg"><img class="size-medium wp-image-889" title="Suasana Desa Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P23-08-10_17-35-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Desa Loka</p></div>
<p>Masuk ke dalam Loka kita telah disambut dengan gapura besar bertuliskan &#8216;Selamat Datang Di Desa Agrowisata&#8217; dan patung besar berbentuk berbagai jenis buah dan sayuran hasil bumi dari tanah tersebut. Di sepanjang jalan kita disuguhi bunga Krisan yang menjadi bunga andalan di desa ini bahkan untuk tahun kedepannya akan diekspor hingga ke Korea Selatan. Memasuki Desa Loka kita selolah memasuki ‘Desa Bunga’ lantaran hampir semua halaman rumah penduduk dijadikan kebun bunga. Indah dan sejuk.</p>
<div id="attachment_890" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/krisan.jpg"><img class="size-medium wp-image-890" title="Bunga Krisan yang cantik dari Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/krisan-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bunga Krisan yang cantik dari Loka</p></div>
<p>Hasil sayur-mayur petani Loka selain dipasarkan di wilayah Sulawesi Selatan, juga sejak lama sudah punya langganan tetap dengan sejumlah pedagang sayuran di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur. Apalagi sejak Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam kepemimpinan H. Nurdin Abdullah menetapkan wilayah Loka sebagai Kawasan Pengembangan Agro Wisata di Kabupaten Bantaeng.</p>
<p>Daerah yang terkenal dengan hawa dinginnya ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk namun juga berbagai kuliner dan penganan yang bisa dinikmati di kawasan Loka. Tidak hanya apel dan stroberi, kentang di desa ini juga terkenal sangat lembut dan renyah dan menjadi makanan sehari-hari masyarakat desa. Kentang rebus yang segar dari kebun direbus dan diberi taburan serutan kelapa. Sangat lezat.</p>
<div id="attachment_888" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P07-07-10_12-49.jpg"><img class="size-medium wp-image-888" title="Kentang rebus khas Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P07-07-10_12-49-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kentang rebus khas Loka</p></div>
<p><strong>Kulit Yang Kemerahan</strong></p>
<p>Dataran tinggi Loka memberi keunikan tersendiri yang hingga saat ini masih bisa kita saksikan. Dengan suhu suhu rata-rata 18 derajat celcius memberikan keunikan tersendiri terhadap fisik masyarakat desa ini. Beberapa anak kecil di desa Loka memiliki kulit wajah yang putih dengan pipi yang kemerahan. Mengingatkan saya dengan kulit wajah orang-orang Mongolia dengan pipi yang kemerahan. Namun, tidak semua anak di Desa Loka memiliki pipi yang kemerahan.</p>
<p><strong>Potensi Wisata</strong></p>
<p>Berwisata di desa Loka kita bisa menikmati beragam wisata hanya dalam sehari. Dengan luas wilayah yang tidak begitu luas, semua dataran Loka merupakan tempat untuk kita bisa <em>explore</em> dalam agenda wisata. Objek wisata tersebut antara lain:</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Loka Camp</span></p>
<p>Loka Camp merupakan sebuah lokasi Resort dan Outbound. Dibuka pertama kali tahun 2000, Loka Camp memberikan fasilitas outbound dengan konsep pelatihan di alam bebas. Telah banyak instansi baik dari sekolah, perguruan tinggi, maupun dari pemerintah ataupun korporasi yang melakukan pelatihan di tempta ini. Namun sayang dua tahun terakhir, Loka Camp telah jauh mengalami kemunduran dan tampak tidak terurus. Dibutuhkan tangan-tangan yang handal dan manajemen yang kuat untuk mengembalikan kejayaan Loka Camp seperti dulu. Saya pikir dengan perpindahan tangan ke pihak swasta akan memberi gairah positif kembali untuk pengelolaan dan promosi yang lebih baik kedepannya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Kebun Stroberi dan Apel</span></p>
<div id="attachment_881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P17-08-10_10-29.jpg"><img class="size-medium wp-image-881" title="Stroberi dari Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P17-08-10_10-29-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Stroberi dari Loka</p></div>
<p>Stroberi dan apel menjadi daya tarik paling kuat saat ini untuk menghadirkan wisatawan berkunjung ke Loka. Ada 5 kebun stroberi dan apel yang telah dikelola warga desa. Para petani stroberi dan apel pun telah difasilitasi oleh Bupati Bantaeng dan diberi pelatihan langsung ke Batu Malang, desa yang telah berhasil membudidayakan apel dan menghasilkan apel khas Malang. Pengunjung yang akan masuk ke kebun stroberi diberi keranjang kecil dan boleh memetik stroberi pilihannya sesuka hati. Cukup dengan harga Rp. 40.ooo/kg stroberi yang kita petik sendiri boleh kita bawa pulang. Kebun stroberi yang sangat indah ketika musim petik datang. Seluruh kebun dihiasi stroberi yang berwarna merah dan sangat sedap dipandang.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Camping di Pemancar TVRI</span></p>
<p>Ketika hari berganti Sabtu dan malam telah menjelang, mulailah kawasan <em>camping</em> di kantor pemancar TVRI dipadati para muda-mudi yang ingin menghabiskan malam. Kawasan <em>camping</em> ini sebenarnya kantor pemancar TVRI yang ketika malam minggu disulap menjadi tempat rekreasi karena<em> view</em> yang diberikan dari atas ketinggian sangat memanjakan mata di malam hari. Dari kawasan pemancar kita bisa melihat kota Bantaeng di malam hari dan kerlap-kerlip lampunya. Ditemani udara yang sangat dingin dan sejuk serta kopi dan obrolan yang menyenangkan menjadikan malam Minggu di Pemancar sulit untuk dilupakan.</p>
<div id="attachment_883" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_10-383.jpg"><img class="size-medium wp-image-883" title="Pemandangan dari Pemancar TVRI di siang hari" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_10-383-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan dari Pemancar TVRI di siang hari</p></div>
<p>Untuk pengembangannya, menurut saya sebaiknya dibuatkan resort yang khusus menampung para wisatawan yang akan <em>camping</em> atau disediakan lahan yang lebih luas dan lapang dan penyewaan tenda untuk <em>camping</em> sehingga para wisatawan bisa menikmati malam dibawah jutaan cahaya bintang dan kerlap-kerlip kota Bantaeng.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Hiking ke Gunung Loka</span></p>
<p>Gunung Loka juga bisa menjadi objek wisata yang punya potensi dan keunikan. Memiliki ketinggian hanya sekitar 50 meter. Sangat nyaman untuk mereka yang ingin mencoba <em>hiking</em> hingga ke puncak gunung tanpa harus melakukan persiapan yang ribet karena medannya cukup mudah dilalui dan nyaman untuk<em> hiking</em> bersama keluarga. Di atas puncak gunung Loka juga memberikan pemandangan yang menyegarkan mata. Kita bisa melihat sekaligus 3 kabupaten yang berada di sekitar Bantaeng yakni Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Banteng sendiri. Dari atas Gunung Loka kita juga bisa meilhat indahnya gunung Lompo Battang.</p>
<div id="attachment_884" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_12-19.jpg"><img class="size-medium wp-image-884" title="Pemandangan dari puncak Gunung Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_12-19-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan dari puncak Gunung Loka</p></div>
<p><span style="text-decoration: underline;">Menikmati Hamparan Kebun Sayur, Buah dan Bunga</span></p>
<p>Sebagai desa agrowisata tentunya perkebunan sayur dan buah sangat menjanjikan untuk dijadikan objek wisata. Dengan membuat program berkebun bersama keluarga, para wisatawan bisa diberi edukasi mengenai berkebun dan sekaligus agro wisata. Bunga Krisan dan anggrek yang dibudidayakan oleh warga juga merupakan potensi untuk perekonomian masyarakat setempat. Telah banyak bunga hasil budidaya di Desa Loka yang telah dijual ke seluruh Sulawesi Selatan hingga ke luar propinsi dan bahkan ke luar negeri.</p>
<div id="attachment_887" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_14-00.jpg"><img class="size-medium wp-image-887" title="Kebun wortel di Desa Loka" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2012/04/P01-08-10_14-00-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kebun wortel di Desa Loka</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Potensi wisata yang cerah dan luar biasa bisa dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan. Terdapat setidaknya 3 lokasi wisata yang telah dikelola sebelumnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan Kabupaten Bantaeng. Malino, Loka, dan Tanjung Bira adalah kawasan wisata yang jika dapat diintegrasikan dengan baik akan menghasilkan jalur pintu wisata yang hebat. Jarak antara Loka dengan Malino (Gowa) hanya berjarak sekitar 25 km. Saat ini sudah ada mata jalan, tinggal memerlukan perbaikan dan pengaspalan jalan yang dapat menghubungkan Malino dan Loka. Obyek wisata pembuatan Perahu Tradisional Phinisi dan Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba bisa menjadi kesatuan paket wisata di Selatan Sulawesi. Dengan ini diharapkan akan membuka jalur pintu gerbang baru untuk masuk ke Provinsi Sulawesi Selatan melalui wilayah selatan yang selama ini hanya jadi koridor wisata.</p>
<p>Dengan tulisan ini saya berharap potensi wisata dari Desa Loka bisa oleh masyarakat luas dan jadi cambuk agar untuk pengembangan agrowisata di Kecamatan Uluere khususnya kawasan Desa Loka.</p>
<p>Udara yang sejuk dan dingin, embun di pagi dan sore hari, pemandangan bibir pantai dari ketinggian, tanaman apel, stroberi dan berbagai jenis buah serta sayuran dan bunga yang indah dengan dinamika kehidupan petaninya merupakan obyek wisata menawan yang kita tidak akan temukan di kehidupan perkotaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/potensi-agro-wisata-desa-loka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar Tidak kasar</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/makassar-tidak-kasar.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/makassar-tidak-kasar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 12:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Tidak kasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; Postingan ini diikutkan dalam lomba photoblog Angingmammiri &#38; Blogdetik yang bertemakan &#8216;Makassar Tidak kasar&#8216;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_851" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_3017.jpg"><img class="size-full wp-image-851  " title="yang penting kumpul" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_3017.jpg" alt="" width="430" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">yang penting kumpul</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_852" class="wp-caption aligncenter" style="width: 432px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_29221.jpg"><img class="size-full wp-image-852  " title="musik, teman, dan kedamaian." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_29221.jpg" alt="" width="422" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">musik, teman, dan kedamaian.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_849" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_2827.jpg"><img class="size-full wp-image-849  " title="asbak persahabatan" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_2827.jpg" alt="" width="430" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">asbak persahabatan </p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Postingan ini diikutkan dalam <a href="http://angingmammiri.org/lomba-nge-blog-bersama-anging-mammiri-dan-blogdetik/">lomba photoblog</a> <strong>Angingmammiri</strong> &amp; <strong>Blogdetik</strong> yang bertemakan &#8216;<strong>Makassar Tidak kasar</strong>&#8216;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/makassar-tidak-kasar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Itu Bernama Angingmammiri</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/keluarga-itu-bernama-angingmammiri.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/keluarga-itu-bernama-angingmammiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 22:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan AM]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pertengahan 2007 perkenalan saya pertama kali dengannya. Ketika itu dihelat acara Blog For Life di mall PTC Makassar. Dengan info yang sekedarnya dan tidak memiliki teman untuk ke acara, saya pun memberanikan diri untuk hadir pada acara tersebut. Di sanalah saya bertemu dan mengenalnya. Sambutan yang hangat dan sangat tampak keakraban serta kekeluargaan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_780" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/AM5.jpg"><img class="size-full wp-image-780 " title="#AM5" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/AM5.jpg" alt="" width="432" height="324" /></a><p class="wp-caption-text">Happy 5th Angingmammiri</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertengahan 2007 perkenalan saya pertama kali dengannya. Ketika itu dihelat acara Blog For Life di mall PTC Makassar. Dengan info yang sekedarnya dan tidak memiliki teman untuk ke acara, saya pun memberanikan diri untuk hadir pada acara tersebut. Di sanalah saya bertemu dan mengenalnya. Sambutan yang hangat dan sangat tampak keakraban serta kekeluargaan di dalamnya. Dia adalah <a href="http://angingmammiri.org/" target="_blank">Angingmammiri</a>, sebuah komunitas yang akhirnya menjadi keluarga saya hingga saat ini.</p>
<p>Saya sangat ingat, saat itu saya melihat semua anggota Angingmammiri mengenakan baju kaos seragam bertuliskan &#8216;Makassar Ngeblog Tonji&#8217; (Makassar Juga Ngeblog). Kaos yang cukup menyentil saya untuk segera masuk ke dunia blog. Tulisan itu pula yang memberi suntikan semangat pada diri saya untuk bisa menulis dan merasakan kehidupan baru di dalam blogsphere.</p>
<p>Saya pun akhirnya memiliki blog, membuat tulisan, blogwalking, dan saling mengomentari tulisan narablog. Dan aktivitas yang menyenangkan itu semakin sempurna dengan lingkaran sebuah komunitas yang disatukan oleh ikatan emosional &#8216;anak Makassar&#8217;. <a href="http://angingmammiri.org/profil/" target="_blank">Angingmammiri</a>.</p>
<p>Dan konsekuensi yang harus diterima dalam sebuah komunitas online adalah masuk dalam lembah kopdar. Yak, akhirnya saya terjerumus dalam kegilaan kopdar. Kopdar yang dilakukan sekali seminggu bahkan lebih, saya pikir bukan kopdar lagi namanya. Tapi, saya ternyata menikmatinya dan justru disitulah keakraban tercipta. Komunitas ini betul-betul raja kopdar. Namun tidak sebatas kopdar. Masih banyak kegiatan AM yang dijalankan yang telah diprogramkan dalam setiap periode.</p>
<p><strong>Di Usia 5 Tahun </strong></p>
<p>Kini, Angingmammiri telah menginjak umur 5 tahun. Banyak persahabatan, banyak cerita, banyak pertengkaran, problem, dan seluruh dinamika di dalamnya. Tetapi di atas semua itu, kita tetap bertahan dan merangkul semua sahabat untuk tetap semangat dalam menjaga dan membesarkan komunitas.</p>
<p>5 tahun, usia yang semakin bertambah dengan anggota yang semakin bertambah pula. Milis yang semakin ramai dan berbagai kegiatan online/offline yang semoga akan terus berlangsung. Banyak harapan yang dibebankan di usiamu yang sekarang ini. Tidak hanya menjadi tempat kumpul, tetapi tempat bagi kita berkarya untuk Makassar kita. Kota <em>parasanganta&#8217;</em> (kampung halaman).</p>
<p>Angingmammiri adalah rumah. Tempat kita selalu kembali, berkumpul, dan melempar tawa. Keluarga yang selalu menyambut dengan suka cita dan penuh kehangatan. Senyuman kakak Paccarita (maskot AM) akan terus melengkung menghiasi tiap gerak dan langkah sahabat-sahabatnya.</p>
<p>Selamat ulang tahun ke-5 Angingmammiri. Tetap semangat dalam berkarya, semakin jaya dan terus bertahan. Gaungkan suaramu agar semua orang dapat mendengarnya.</p>
<p>EWAKO!!</p>
<div id="attachment_783" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/69775_488610079816_520064816_5270602_3834878_n.jpg"><img class="size-full wp-image-783  " title="Keluarga AM saat ultah ke-4" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/69775_488610079816_520064816_5270602_3834878_n.jpg" alt="" width="432" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">Keluarga AM saat ultah ke-4</p></div>
<p><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/komunitas-blogger-makassar-125x1251.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-781" title="komunitas-blogger-makassar-125x1251" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/komunitas-blogger-makassar-125x1251.gif" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/keluarga-itu-bernama-angingmammiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trip Takabonerate. Paradiso Jinato &amp; Tinabo Islands.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-paradiso-jinato-tinabo-islands-23.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-paradiso-jinato-tinabo-islands-23.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 22:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan AM]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[Takabonerate]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[sulawesi selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Takabonerate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Kapal Cahaya Ilahi telah ramai oleh penumpang di jumat siang itu. Kapal dengan kapasitas hingga 200 orang ini akan membawa kami ke Pulau Jinato. Pulau Jinato termasuk dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate dan merupakan pusat acara Takabonerate Islands Expedition (TIE). Kapal Cahaya Ilahi yang kami tumpangi disewa khusus oleh Bupati Selayar untuk mengangkut para panitia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_794" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_16-091.jpg"><img class="size-full wp-image-794   " title="Pulau Tinabo yang eksotik" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_16-091.jpg" alt="" width="403" height="302" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Tinabo yang eksotik</p></div>
<p>Kapal Cahaya Ilahi telah ramai oleh penumpang di jumat siang itu. Kapal dengan kapasitas hingga 200 orang ini akan membawa kami ke Pulau Jinato. Pulau Jinato termasuk dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate dan merupakan pusat acara <strong>Takabonerate Islands Expedition (TIE)</strong>.</p>
<p>Kapal Cahaya Ilahi yang kami tumpangi disewa khusus oleh Bupati Selayar untuk mengangkut para panitia TIE dan beberapa undangan, termasuk ikut di dalamnya istri dari Bupati Selayar.</p>
<div id="attachment_805" class="wp-caption aligncenter" style="width: 431px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_14-45.jpg"><img class="size-large wp-image-805    " title="Suasana di atas kapal Cahaya Ilahi" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_14-45-1024x768.jpg" alt="" width="421" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana di atas kapal Cahaya Ilahi</p></div>
<div id="attachment_804" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_15-02.jpg"><img class="size-large wp-image-804  " title="Menikmati perjalanan di haluan depan kapal." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_15-02-1024x768.jpg" alt="" width="430" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Menikmati perjalanan di haluan depan kapal.</p></div>
<p>8 jam perjalanan yang kami harus tempuh untuk sampai ke pulau Tinajo. Bukan menjadi masalah buat saya walaupun kita harus menempati haluan depan kapal karena penuhnya penumpang. Tapi menjadi masalah besar ketika saya tiba-tiba menderita sakit perut hingga mencret-mencret selama di atas kapal (mungkin karena pedisnya makanan Padang yang saya makan sebelumnya).</p>
<p>Malangnya saya, harus 4 kali bolak-balik wc kapal yang hanya ada 1 buah. Ditambah lagi ketika antrian yang banyak oleh orang yang ingin buat hajat. Masuk dalam wc, saya kembali bingung tidak menemukan air dalam ember. Saya keluar bertanya ke seorang bapak yang juga ikut mengantri, &#8220;Pak, airnya ambil dimana?&#8221;,  si bapak itu menjawab, &#8220;Ambil langsung dari laut dek, timba dulu airnya dari lubang itu, tampung di ember&#8221;.<em>What? Hahaha. </em>Ambil air dan buang air di lubang yang sama. &#8220;Ok, baiklah&#8221;, kata saya dalam hati yang hanya bisa senyum-senyum kecut.</p>
<p>&#8216;Penderitaan&#8217; saya cukup terobati dengan pemandangan <em>sunset</em> yang kembali kami dapat tepat di tengah laut. Kata Daeng Nuntung, biasanya kita bisa melihat beberapa ikan paus sepanjang perjalanan ke pulau Jinato, tapi sayang hari itu kita kurang beruntung. Ikan paus hari itu rupanya malu-malu menampakkan diri.</p>
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/2011-11-17-17.42.06.jpg"><img class="size-large wp-image-806" title="Sunset yang kedua." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/2011-11-17-17.42.06-1024x768.jpg" alt="" width="430" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Sunset yang kedua.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sampai di Pulau Jinato</strong></p>
<p>Pukul 10 malam kami sampai di pulau Jinato. Kapal tidak langsung merapat ke dermaga karena kapal yang cukup besar tidak boleh merapat disebabkan adanya rataan karang yang sangat luas di sekeliling pulau. Kapal akan mengalami kandas dan merusak padang karang sehingga tidak boleh sampai ke dermaga. Kurang lebih 2 km dari dermaga kapal sudah harus menurunkan jangkarnya. Rombongan dijemput oleh beberapa kapal kecil <em>katinting</em> yang telah disiapkan yang dipimpin langsung oleh bapak camat setempat.</p>
<p>Di atas perahu katinting yang mengantar kami ke dermaga, dalam keadaan malam yang gelap dengan bantuan senter, saya bisa melihat sendiri indahnya rataan terumbu karang yang menghiasi pulau Jinato.</p>
<p>Setibanya di pulau Jinato, pusat kegiatan TIE III, kami langsung disambut oleh anak sekolah lengkap dengan seragam sekolahnya dan menuntun kami ke rumah Pak Desa. Jamuan makan malam telah disiapkan untuk seluruh tamu. Setelah itu kami rombongan blogger diantar ke salah satu rumah warga untuk beristirahat.</p>
<p>Pulau Jinato sendiri menurut saya cukup berkembang dibandingkan pulau-pulau kecil yang pernah saya datangi. Pulau yang penghuninya sebagian besar berasal dari suku Bugis Sinjai ini cukup baik dalam taraf ekonomi. Hal itu bisa dilihat dari rumah-rumah yang dibangun di pulau ini yang cukup bisa dibilang &#8216;mewah&#8217; dalam sebuah pulau kecil.</p>
<p><strong>Perjalanan ke Pulau Tinabo</strong></p>
<p>Teh hangat, kue, dan mie instan menjadi sarapan kami di pagi hari di pulau Jinato. Pagi itu kita sudah bersiap berangkat ke pulau Tinabo yang merupakan pulau utama kunjungan para pelancong ke kepulauan Takabonerate.</p>
<p>Perahu yang kami tumpangi telah merapat. Sebelumnya, kami menyempatkan diri untuk singgah ke markas Jagawana Takabonerate, polisi perairan yang bertugas menjaga 220.000 hektar luasnya perairan Takabonerate dari tangan-tangan jahil.</p>
<div id="attachment_807" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/383965_10150411242144817_520064816_7866891_958748438_n.jpg"><img class="size-full wp-image-807 " src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/383965_10150411242144817_520064816_7866891_958748438_n.jpg" alt="" width="420" height="279" /></a><p class="wp-caption-text">Markas Jagawana Takabonerate. foto: daenggassing.com</p></div>
<p>Dibutuhkan sekitar 2 jam perjalanan laut dari pulau Jinato ke pulau Tinabo. Sekali lagi, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah oleh padang atol yang terbentang luas dan ragam ikan laut berlalu-lalang. Kawasan ini adalah atol ketiga terbesar di dunia atau terbesar di Asia Tenggara.</p>
<p>Topografi Takabonerate sangat unik dan menarik, di mana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Total ada 21 pulau dalam gugusan ini dan 8 diantaranya berpenghuni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-291.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-841" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-291-1024x768.jpg" alt="" width="430" height="323" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> <a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-45.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-810" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-45-1024x768.jpg" alt="" width="430" height="323" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/386135_10150411244289817_520064816_7866927_1669163989_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-814" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/386135_10150411244289817_520064816_7866927_1669163989_n.jpg" alt="" width="475" height="316" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/304016_10150411244479817_520064816_7866929_1506769500_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-815" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/304016_10150411244479817_520064816_7866929_1506769500_n.jpg" alt="" width="480" height="319" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Tinabo yang eksotik</strong></p>
<p style="text-align: left;">Dermaga Tinabo dipenuhi umbul-umbul yang menyambut kami dengan cerah. Hari itu cuaca nampak terik namun tidak menyurutkan kami untuk menikmati indahnya bawah laut pulau Tinabo. Anak pantai tidak pernah takut dengan terik matahari yang menghitamkan kulit.</p>
<p style="text-align: left;">Belum selesai takjub dengan keindahan pulau dan laut yang bening seperti cermin, kami disuguhkan lagi dengan pemandangan yang unik oleh ribuan ikan <em>Lure</em> yang bergerombol membentuk formasi yang sangat indah tepat dibawah dermaga labuhan.</p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_08-141.jpg"><img class="size-large wp-image-819     " title="Ribuan ikan Lure" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_08-141-1024x768.jpg" alt="" width="458" height="347" /></a><p class="wp-caption-text">Yang hitam itu adalah ribuan ikan Lure.</p></div>
<p>Kami disambut hangat oleh Asri dan beberapa anggota Sileya Scuba Divers (SSD Sileya) yang memfasilitasi kami selama di Tinabo. Setelah beristirahat sejenak di bawah sebuah gazebo, kami pun mengganti baju, mengoles <em>sunblock</em>, dan meluncur ke laut bening.</p>
<p>Ada banyak fasilitas &#8216;bermain&#8217; air yang disediakan oleh pengelola. Selain peralatan <em>dive</em> dan <em>snorkle</em> juga tersedia perahu kano, speedboat hingga banana boat. Secara keseluruhan, fasilitas wisata yang ada di Tinabo ini sudah lengkap. Terdapat tiga villa yang cukup nyaman, aula besar, beberapa gazebo dan wc umum yang bersih, juga terdapat beberapa tenda pleton yang dapat digunakan ketika wisatawan banyak dan juga ada dapur umum yang menyajikan masakan laut yang tentu nikmat.</p>
<p>Saya dan teman blogger yang lain menikmati indahnya terumbu karang yang masih terawat alami dengan melakukan <em>snorkling</em>. Cikal, lebih memilih bermain kano dulu sebelum turun ke laut. Daeng Syamsoe, selain bersnorkling juga mencoba <em>dive intro</em> yang dibimbing langsung oleh bapak Jamil Nadzrun, seorang instruktur selam dari Sileya Scuba Divers dan juga petugas TN Takabonerate.</p>
<p>Beruntung kami dipinjamkan kamera <em>underwater</em> oleh Mude Zulkifli, teman dari SSD. Jadi kami bisa mengabadikan setiap momen yang sangat luar biasa di bawah laut Taman Nasional Takabonerate.</p>
<div id="attachment_827" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/390059_10150411198754817_520064816_7866628_751301842_n.jpg"><img class="size-full wp-image-827 " title="Padang terumbu yang indah" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/390059_10150411198754817_520064816_7866628_751301842_n.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">Padang terumbu yang indah</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_828" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/392271_10150411196689817_520064816_7866618_289624445_n.jpg"><img class="size-full wp-image-828 " title="Ikan-ikan yang berwana cantik." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/392271_10150411196689817_520064816_7866618_289624445_n.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">Ikan-ikan yang berwana cantik.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_824" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/379026_10150411185949817_520064816_7866536_1374381910_n.jpg"><img class="size-full wp-image-824 " src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/379026_10150411185949817_520064816_7866536_1374381910_n.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">Yuhuuu.. akhirnya bisa snorkling lagi.</p></div>
<div id="attachment_822" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/320803_10150411197789817_520064816_7866624_1954186138_n.jpg"><img class="size-full wp-image-822 " title="Daeng Nuntung in action" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/320803_10150411197789817_520064816_7866624_1954186138_n.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">Daeng Nuntung in action</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_821" class="wp-caption aligncenter" style="width: 406px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/301962_10150411197174817_520064816_7866622_459919085_n.jpg"><img class="size-full wp-image-821  " title="K' ning (istri Dg. Nuntung) tidak kalah hebat urusan menyelam." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/301962_10150411197174817_520064816_7866622_459919085_n.jpg" alt="" width="396" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">K&#39; ning (istri Dg. Nuntung) tidak kalah hebat urusan menyelam.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_826" class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/384398_10150411195764817_520064816_7866614_1865116496_n.jpg"><img class="size-full wp-image-826 " title="Pak Jamil dengan 7D dan housingnya yang bikin ngiler." src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/384398_10150411195764817_520064816_7866614_1865116496_n.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Jamil dengan 7D dan housingnya yang bikin ngiler.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_820" class="wp-caption aligncenter" style="width: 421px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC_0508.jpg"><img class="size-full wp-image-820 " title="Snorkling &amp; diving. Taken from: denun.net" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC_0508.jpg" alt="" width="411" height="614" /></a><p class="wp-caption-text">Snorkling &amp; diving. Taken from: denun.net</p></div>
<p>Tidak jauh dari pesisir pantai yang dipenuhi terumbu karang, beberapa meter setelahnya langsung dihadapkan oleh palung dalam yang juga menampilkan kekayaan alam yang memanjakan mata. Karang memiliki pertumbuhan yang sangat lambat, hanya sekitar 1-2 cm per tahun sehingga kami selalu diingatkan untuk tidak menginjak karang yang rapuh. Terdapat juga beberapa titik transplantasi karang yang menjadi program konservasi Taman Nasional. Budidaya terumbu karang tersebut menambah keelokan Takabonerate.</p>
<p><strong>Goodbye Tinabo</strong></p>
<p>Tidak terasa jam menunjukkan pukul 13.oo. Setelah lebih dari 2 jam bermain air, satu per satu kami kembali naik ke dermaga. Yulivya dan Asri dari SSD menyajikan kami makan siang yang sangat nikmat. ikan bakar, ikan goreng, sambel dan sayur kacang langsung saya lahap dengan puas. Perut keroncongan setelah snorkling terbalas dengan makanan laut yang segar langsung dari perairan sekitar.</p>
<p>Hari itu, serasa ingin mengulanginya lagi, ingin berlama-lama di Tinabo, tetapi sebuah trip yang indah pasti harus bertemu kata akhir.</p>
<p>Sore hari, perahu Haji Kusa’ yang menjemput kami telah merapat. Kami harus menginggalkan Tinabo menuju Pelabuhan Pattumbukang di selatan pulau Selayar kembali ke kota Benteng Selayar dan selanjutnya kembali ke Makassar keesokan harinya.</p>
<p>5 jam perjalanan laut kami tempuh dengan sebuah perahu kecil. Di sini, di tengah laut Flores, kembali saya menyaksikan <em>sunset</em> untuk hari ketiga secara berturut-turut dengan 3 jenis kapal yang berbeda. Momen tersebut tentu  tidak kami lewatkan untuk tidak mengambil foto. Saya, Vby, K&#8217; Cikal, K&#8217; Anchu dan Dg. Ipul, bergantian berfoto di ujung haluan perahu yang berhadapan langsung dengan matahari yang mulai menyingsing.</p>
<p>Angin laut, siluet cahaya matahari, dan gemuruh mesin perahu serta ribuan kerlap-kerlip bintang di malam harinya memberikan suasana yang sulit untuk saya bahasakan dan tentunya tak akan pernah terlupakan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_18-09.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-835" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_18-09-1024x768.jpg" alt="" width="446" height="336" /></a></p>
<p><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_18-071.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-834" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_18-071-1024x768.jpg" alt="" width="452" height="339" /></a></p>
<blockquote><p> “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Henry_Miller" target="_blank">Henry Miller</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-paradiso-jinato-tinabo-islands-23.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trip Takabonerate. Perjalanan Menuju Taman Laut Yang Mempesona.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-perjalanan-menuju-taman-laut-yang-mempesona-13.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-perjalanan-menuju-taman-laut-yang-mempesona-13.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 02:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan AM]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Takabonerate]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[sulawesi selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari sebuah email yang dikirim Pak Presiden ISLA, Daeng Nuntung di milis AM. Email tersebut berisi undangan dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Selayar yang mengajak beberapa blogger untuk berkunjung ke acara Takabonerate Islands Expedition (TIE) yang ketiga. Tanpa berpikir panjang saya langsung membalas email tersebut untuk mendapatkan satu tempat di acara tersebut. Kapan lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_766" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-44.jpg"><img class="size-medium wp-image-766" title="I ♥ Laut" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P19-11-11_06-44-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">I ♥ Laut</p></div>
<p>Bermula dari sebuah email yang dikirim Pak Presiden <a href="http://www.isla-unhas.org/" target="_blank">ISLA</a>, <a href="http://denun.net" target="_blank">Daeng Nuntung</a> di milis <a href="http://angingmammiri.org/" target="_blank">AM</a>. Email tersebut berisi undangan dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Selayar yang mengajak beberapa blogger untuk berkunjung ke acara <a href="http://www.tntakabonerate.com/" target="_blank">Takabonerate Islands Expedition</a> (TIE) yang ketiga.</p>
<p>Tanpa berpikir panjang saya langsung membalas email tersebut untuk mendapatkan satu tempat di acara tersebut. Kapan lagi bisa trip gratis ke Taman Nasional Takabonerate dengan gratis. tis. tis.</p>
<p><strong>Perjalanan Ke Pulau Selayar.</strong></p>
<p>Kamis pagi (17/11/2011) saya sudah berada di Terminal Malengkeri bersama teman-teman blogger yang lain. Total ada 9 pasukan <a href="http://angingmammiri.org/" target="_blank">Angingmammiri</a> yang ikut dalam trip ini. <a href="http://denun.net" target="_blank">Daeng Nuntung</a> sebagai ketua rombongan bersama istri, <a href="http://daenggassing.com" target="_blank">Daeng Ipul</a>, <a href="http://daengmappe.com" target="_blank">Daeng Mappe</a>, <a href="http://www.syamsoe.com/" target="_blank">Daeng Syamsoe</a>, <a href="http://cikal61.blogspot.com/" target="_blank">K&#8217; Cikal</a>, dan <a href="http://daengmacora.com" target="_blank">Vby</a>, serta tambahan <a href="http://lelakibugis.net/" target="_blank">K&#8217; Anchu</a> yang kebetulan berada di Bulukumba dan ikut gabung dalam rombongan trip.</p>
<p>Perjalanan kami pukul 9 pagi kami berangkat mengendarai bus Aneka yang melayani angkutan penumpang Makassar &#8211; Selayar. Baru pada sore hari pukul 4 kami sampai di Pelabuhan Beru di Kabupaten Bulukumba. Untuk mencapai Kabupaten Selayar kami harus menyeberang pulau menumpangi kapal Ferry. Pulau Selayar adalah satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang berupa pulau dan terpisah dari daratan pulau Sulawesi. Dan untuk mencapai kepulauan Takabonerate kami harus melewati Pulau Selayar dahulu. Sungguh perjalanan menuju &#8216;surga&#8217; itu panjang.</p>
<div id="attachment_770" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/selayar-Google-Maps-Mozilla-Firefox_2011-11-24_17-28-41.png"><img class="size-medium wp-image-770" title="Selayar - Google Maps" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/selayar-Google-Maps-Mozilla-Firefox_2011-11-24_17-28-41-300x276.png" alt="" width="300" height="276" /></a><p class="wp-caption-text">Selayar - Google Maps</p></div>
<p>Ini adalah pengalaman pertama saya ke pulau Selayar dan yang pertama juga naik kapal ferry. Beruntung kapalnya berlabuh di sore hari sehingga kami disuguhkan pemandangan sunset yang indah dari atas kapal dan berada di tengah laut Flores.</p>
<div id="attachment_750" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P17-11-11_17-451.jpg"><img class="size-medium wp-image-750" title="Sunset" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P17-11-11_17-451-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sunset dari laut Flores</p></div>
<p>Dua jam lebih perjalanan kapal ferry akhirnya kami sampai di Pelabuhan Pamatutu, pelabuhan di utara pulau Selayar. Bus selanjutnya mengantarkan kami ke kota Benteng, ibukota Kabupaten Selayar, 50 km dari Pelabuhan Pamatutu.</p>
<p>Pukul 9 malam kami akhirnya sampai di kota Benteng dan langsung menuju tempat pengisian lambung. Perjalanan yang panjang cukup menguras energi dan membuat capai. Rumah makan Padang jadi tempat pilihan makan malam yang ternyata bersebelahan dengan kantor Tinabo Dive Center. Setelah makan malam, kami mampir sebentar ke Tinabo Dive Center bertemu dengan beberapa anggota dari <a href="http://twitter.com/SSD_Indonesia" target="_blank">Sileya Scuba Divers</a>.</p>
<div id="attachment_752" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/376618_10150411236634817_520064816_7866815_447889406_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-752" title="Berkunjung ke rumah Kadis Pariwisata Selayar" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/376618_10150411236634817_520064816_7866815_447889406_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Berkunjung ke rumah Kadis Pariwisata Selayar</p></div>
<p>Setelah berkunjung ke Tinabo Dive Center, kami langsung menuju ke kediaman Bapak Andi Mappagau, Kadis Pariwisata Kabupaten Selayar. Berbincang banyak mengenai kepulauan Takabonerate yang merupakan gugusan atol terbesar ketiga di dunia. Mengenai prospek pariwisata kedepannya dan beberapa tantangan yang menghinggapi pengelolaan Taman Nasional ini. Perbincangan yang hangat dan jamuan yang ramah oleh bapak Kadis Pariwisata.</p>
<p>Sekitar pukul 11 malam, kami tiba di penginapan yang telah disiapkan oleh bapak Kadis. Hanya sempat menaruh barang bawaan dan mandi, kami berangkat lagi ke tempat berkumpul teman-teman dari <a href="http://twitter.com/SSD_Indonesia" target="_blank">Sileya Scuba Divers</a>. Tepatnya di Cafe TB <a href="http://twitter.com/KafeTempatBiasa" target="_blank">@KafeTempatBiasa</a>. Kafe ini menjadi <em>basecamp</em> <a href="http://twitter.com/SSD_Indonesia" target="_blank">Sileya Scuba Divers</a> dan para aktivis kelautan serta diver yang mampir ke Selayar. Majalah <a href="http://www.divemagindonesia.com/" target="_blank">DiveMag Indonesia</a> juga menjadikan tempat ini sebagai pickup points untuk kawasan Sulawesi Selatan.</p>
<div id="attachment_751" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/383133_10150411237294817_520064816_7866827_1191332753_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-751" title="Kafe Tempat Biasa" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/383133_10150411237294817_520064816_7866827_1191332753_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kafe Tempat Biasa</p></div>
<p>Saya melihat kekompakan yang luar biasa dari teman-teman SSD (Sileya Scuba Divers). Semangat yang mempersatukan mereka untuk menjaga dan mengedukasi masyarakat agar melestarikan taman laut di seluruh kepulauan Selayar dan Takabonerate pada khususnya. Kecintaan terhadap laut yang menggerakkan mereka walau berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Malam itu kami isi dengan diskusi yang panjang tentang segala informasi mengenai gugusan pulau yang ada di Kabupaten Selayar serta berbagai keunikannya.</p>
<p>Jarum jam menunjukkan angka 1. Sudah larut malam untuk mengakhiri hari yang menyenangkan. Kami kembali ke penginapan dan beristirahat mengembalikan energi untuk trip sesungguhnya di hari berikutnya.</p>
<p><strong>Menyeberang ke Pulau Gusung</strong></p>
<p>Pulau Gusung merupakan pulau yang berhadapan langsung dengan kota Benteng, ibukota Selayar. Pagi itu, cuaca pulau Selayar nampak sangat cerah. Kami sudah berada di dermaga Rauh Rahman untuk menyeberang ke Pulau Gusung. Menaiki <em>katinting</em> yang sesak diisi 11 penumpang termasuk 2 guide dan seorang &#8216;supir&#8217; perahu.</p>
<p>Dibutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke Pulau Gusung. Perahu merapat dan kami disambut dengan padang lamun  dan terumbu cantik yang terlihat jelas oleh jernihnya air. Pulau ini merupakan sentra penghasil kelapa. Tidak heran, pulaunya dipenuhi oleh ribuan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Di pulau ini juga terdapat peninggalan pabrik kakao yang dibangun oleh pemerintah Belanda.</p>
<div id="attachment_753" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_09-45.jpg"><img class="size-medium wp-image-753 " src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_09-45-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Peninggalan Belanda</p></div>
<p>Ditinggali oleh sekitar 200 kepala keluarga yang terbagi atas 3 dusun. Pulau ini menyajikan pemandangan laut yang indah dengan pasir putih seperti putihnya tepung. Sayang sekali, saat kami datang air laut sangat surut sehingga rencana untuk snorkling akhirnya dibatalkan. Kami hanya berjalan mengelilingi pulau sambil mengambil beberapa foto.</p>
<div id="attachment_755" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-02.jpg"><img class="size-medium wp-image-755 " title="Ribuan pohon kelapa di Pulau Gusung" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-02-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ribuan pohon kelapa di Pulau Gusung</p></div>
<p>Pulau Gusung terbagi menjadi 2 daratan, yakni Gusung Tallang dan Gusung Lengo&#8217;. Pulau tersebut awalnya bersatu namun di tahun 70&#8242; terjadi badai besar yang memisahkan pulau tersebut. Dengan kerja sama dari masyarakat desa, mereka membangun desanya. Mereka membangun jembatan kayu untuk menyatukan kembali  Gusung Tallang dan Gusung Lengo&#8217;. membangun jalan setapak beton yang memudahkan aktivitas masyarakat desa dan genset untuk keperluan listrik.</p>
<div id="attachment_756" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-21.jpg"><img class="size-medium wp-image-756 " title="Perbedaan pasang dan surut yang sangat jauh" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-21-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Perbedaan pasang dan surut yang sangat jauh</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_759" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-181.jpg"><img class="size-medium wp-image-759" title="Jembatan Pulau Gusung" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-181-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jembatan Pulau Gusung</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_754" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-59.jpg"><img class="size-medium wp-image-754" title="Suasana Desa di Pulau Gusung" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P18-11-11_10-59-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan setapak di Pulau Gusung</p></div>
<p>Menjelang siang hari, kami meninggalkan Pulau Gusung dan kembali ke Benteng. Bersiap untuk perjalanan panjang ke Pulau Jinato dan Tinabo yang merupakan destinasi utama trip kami.</p>
<p>Sampai bertemu di Pulau Tinabo&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-perjalanan-menuju-taman-laut-yang-mempesona-13.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanam Perdana Makassar Berkebun.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/tanam-perdana-makassar-berkebun.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/tanam-perdana-makassar-berkebun.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 12:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Berkebun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Minggu pagi (13/11/2011) disambut cuaca yang cerah menghiasi kota Makassar. Sekitar pukul 8 pagi saya sudah berada di sebuah kebun di daerah GTC Tanjung Bunga. Hari ini adalah tanam perdana bersama teman-teman dari Makassar Berkebun. 2 pekan sebelumnya, teman-teman dari penggiat Makassar Berkebun telah bekerja mempersiapkan lahan untuk ditanam. Lahan tempat mereka bertani adalah milik Bosowa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_725" class="wp-caption aligncenter" style="width: 358px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/Lockerz.png"><img class="size-full wp-image-725  " title="Makassar Berkebun" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/Lockerz.png" alt="" width="348" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Makassar Berkebun</p></div>
<p>Minggu pagi (13/11/2011) disambut cuaca yang cerah menghiasi kota Makassar. Sekitar pukul 8 pagi saya sudah berada di sebuah kebun di daerah GTC Tanjung Bunga. Hari ini adalah tanam perdana bersama teman-teman dari <a href="http://makassarberkebun.org" target="_blank">Makassar Berkebun</a>. <img src='http://faizalramadhan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2 pekan sebelumnya, teman-teman dari penggiat Makassar Berkebun telah bekerja mempersiapkan lahan untuk ditanam. Lahan tempat mereka bertani adalah milik <a href="http://www.bosowa.co.id/" target="_blank">Bosowa Foundation</a> yang diamanahkan untuk mereka kelola. Telah dibuat lubang-lubang pada 12 gundukan tanah bedeng yang telah digemburkan dengan ukuran 1 x 10 meter. Luas lahan tersebut sekitar 100 meter persegi dengan pagar tembok setinggi 2 meter. Hanya sebagian lahan itu yang dijadikan kebun. Sisanya masih berupa rawa.</p>
<div id="attachment_727" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_0097_640x480.jpg"><img class="size-full wp-image-727 " title="Tanam perdana oleh Pak Camat" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_0097_640x480.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Tanam perdana oleh Pak Camat</p></div>
<p>Pagi itu sekitar 50 teman-teman dari Makassar Berkebun dan teman-teman dari berbagai komunitas hadir meramaikan acara tanam perdana. Hadir juga perwakilan dari <a href="http://www.bosowa.co.id/" target="_blank">Bosowa Foundation</a>, Kepala Camat Kecamatan Tamalate serta tentu saja ketua <a href="http://makassarberkebun.org" target="_blank">Makassar Berkebun</a>, <a href="http://ceritatule.org" target="_blank">Wahyudin Mas’ud</a>.</p>
<p>Acara tanam perdana dibuka resmi oleh Bapak Camat setempat dengan menanam sejumlah bibit sayuran. Dan secara berturut-turut dilakukan oleh perwakilan Bosowa Foundation dan ketua Makassar berkebun serta wali kebun. Lalu kemudian semua teman-teman yang hadir diberi bibit sayuran untuk menanam sendiri di bedengan yang telah disiapkan.</p>
<p>Tanam perdana  ini kami telah menanam 4 bedeng yang berisi bibit jagung, 1 bedeng selada, 1 bedeng kacang panjang, 3 bedeng kangkung, dan 3 bedeng sayur bayam. Selanjutnya, kami menunggu 2-3 minggu kedepan untuk melihat hasil yang telah ditanam oleh teman-teman.</p>
<div id="attachment_728" class="wp-caption aligncenter" style="width: 290px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/mksrberkebun.jpg"><img class="size-full wp-image-728" title="mksrberkebun" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/mksrberkebun.jpg" alt="" width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Menanam bibit di atas bedeng</p></div>
<p>Untuk pemeliharaan kebun secara berkala, telah dibuat jadwal piket menyiram dan memelihara kebun bagi teman-teman Makassar Berkebun. <a href="http://makassarberkebun.org/budidaya-dan-perawatan/jadwal-penyiraman" target="_blank">Jadwal penyiraman</a> dilakukan tiap hari pagi dan sore dan di hari Minggunya merupakan pertemuan besar untuk semua teman-teman Makassar Berkebun.</p>
<div id="attachment_726" class="wp-caption aligncenter" style="width: 262px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_0075_640x480.jpg"><img class="size-full wp-image-726 " title="Bedeng yang siap ditanam" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_0075_640x480.jpg" alt="" width="252" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Bedeng yang siap ditanam</p></div>
<p>Sekitar pukul 11 pagi, setelah acara tanam perdana selesai, saya mewakili dari <a href="http://makassartidakkasar.com" target="_blank">Makassar Tidak Kasar</a> memberi kuis untuk menambah keceriaan suasana berkebun. 2 paket hadiah berupa buku dan voucher makan diberikan pada kuis itu. Sangat menggembirakan bisa berbagi senyum dan tawa bersama teman-teman petani kota.</p>
<p>Melihat antusiasme teman-teman yang hadir pada tanam perdana, menunjukkan bahwa anak muda Makassar juga ingin melihat kotanya hijau.  Ayo Makassar juga bisa.</p>
<p>Ternyata, berkebun itu sangat menyenangkan teman.</p>
<p>Ayo mari berkebun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/tanam-perdana-makassar-berkebun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>November Ceria. Setahun Tanah Indie.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/november-ceria-setahun-tanah-indie.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/november-ceria-setahun-tanah-indie.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 00:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan AM]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Indie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal cantik 11/11/11 tidak hanya dimeriahkan oleh banyaknya pasangan yang menggelar pernikahan di hari tersebut, tidak hanya ibu yang &#8216;memaksakan&#8217; untuk memberi tanggal cantik untuk kelahiran anaknya dan tidak hanya gelaran akbar pembukaan Sea Games 2011. Di tanggal itu juga di teman-teman dari Tanah Indie merayakan ulang tahunnya yang pertama yang diberi tema &#8216;November Ceria&#8217;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal cantik 11/11/11 tidak hanya dimeriahkan oleh banyaknya pasangan yang menggelar pernikahan di hari tersebut, tidak hanya ibu yang &#8216;memaksakan&#8217; untuk memberi tanggal cantik untuk kelahiran anaknya dan tidak hanya gelaran akbar pembukaan <a href="http://seag2011.com/" target="_blank">Sea Games 2011</a>.</p>
<p>Di tanggal itu juga di teman-teman dari <a href="http://tanahindie.net" target="_blank">Tanah Indie</a> merayakan ulang tahunnya yang pertama yang diberi tema &#8216;November Ceria&#8217;.</p>
<p>Siang hari yang terik di Taman Segitiga KPJ. Berkumpul sejumlah komunitas kreatif di Makassar melukis bersama membuat mural.</p>
<p>Mural yang dibuat sebagai aksi terhadap ruang publik yang kian sempit karena baliho yang memenuhi kota sehingga memberi dampak polusi bagi masyarakat. <a href="http://batangase.blogspot.com/2010/10/baliho-saja-tak-cukup.html" target="_blank">Polusi visual</a>.</p>
<div id="attachment_712" class="wp-caption aligncenter" style="width: 209px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/01-5-199x300.jpg"><img class="size-full wp-image-712" title="Seni Rupa UNM menggambari baliho. (foto: Sapriady Putra)" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/01-5-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Seni Rupa UNM menggambari baliho. (foto: Sapriady Putra)</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mural" target="_blank">Mural</a> yang dibuat diambil dari beberapa <a href="http://tanahindie.net/?p=84" target="_blank">baliho yang sudah kadaluarsa</a> di beberapa titik di kota Makassar. Dari baliho tersebut dibuatlah suatu karya seni lukis dengan pesan-pesan yang ada di dalamnya berupa harapan untuk Makassar yang lebih indah ke depannya.</p>
<p>Komunitas-komunitas kreatif Makassar yang turut dalam kegiatan ini antara lain UKM Seni UMI, Kedai Buku Jenny, Hijau Himahi Unhas, Rumah Ide Makassar, RenWarin Management, Abba Art Studio, Kasumba, sejumlah mahasiswa Seni Rupa UNM, Indonesia Sketcher Makassar, dan Tanahindie. Beberapa seniman tampak hadir seperti Rimba, Zaenal Beta, dan Firman Djamil. &#8211; <a href="http://tanahindie.net/?p=100" target="_blank">Tanah Indie</a></p>
<div id="attachment_713" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/01-17-300x199.jpg"><img class="size-full wp-image-713" title="Kolaborasi Abba Art Studio dan Ren Warin Management. (foto: Sapriady Putra)" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/01-17-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Kolaborasi Abba Art Studio dan Ren Warin Management. (foto: Sapriady Putra)</p></div>
<p><strong>Kumpul Komunitas</strong></p>
<p>Malam harinya, bertempat di Kampung Buku. Sejumlah komunitas kreatif kembali berkumpul untuk merayakan setahun <a href="http://tanahindie.net" target="_blank">Tanah Indie</a>. Jalanan yang berhadapan tepat di depan Kampung Buku ditutup untuk acara dan dijadikan tempat berkumpul.</p>
<p>Komunitas yang bergerak di bidang sosial ikut hadir seperti Komunitas Pecinta Anak Jalanan (<a href="http://kpajmakassar.org" target="_blank">KPAJ</a>) dan AcSI (Active Society Institute). Juga hadir pasukan rusuh dari <a href="angingmammiri.org" target="_blank">Angingmammiri</a> yang tidak pernah absen di tiap acara kumpul-kumpul.</p>
<p>Acara yang sangat meriah dan banyak hiburan yang disajikan oleh teman -teman berbagai komuitas kreatif seperti HipMacz, komunitas rap Makassar, Rumah Ide Makassar (RIM), Flasmob Makassar, GaSS (Galeri Seni STIEM Bongaya), dan hiburan akustik dari The Paparipi dan Eros ft. Mizwa.</p>
<p>Ikut memeriahkan sebagai buzzer acara, akun twitter yang cukup berpengaruh di kalangan anak muda Makassar. <a href="http://twitter.com/mkstdkksr" target="_blank">@mkstdkksr</a> gerakan kampanye damai “Makassar Tidak Kasar” dan <a href="http://twitter.com/SupirPete2" target="_blank">@SupirPete2</a> kamus berjalan yang berisi informasi apapun mengenai Makassar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_714" class="wp-caption aligncenter" style="width: 378px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P11-11-11_22-49.jpg"><img class="size-large wp-image-714  " title="November Ceria" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P11-11-11_22-49-1024x768.jpg" alt="" width="368" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">November Ceria</p></div>
<div id="attachment_715" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_2280-300x200.jpg"><img class="size-full wp-image-715" title="Hipmacz dalam November Ceria. (foto: Wanto)" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_2280-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Hipmacz dalam November Ceria. (foto: Wanto)</p></div>
<p>Selamat ulang tahun <a href="http://tanahindie.net" target="_blank">Tanah Indie</a>. Tetap berkarya untuk Makassar tercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/november-ceria-setahun-tanah-indie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>404 Tahun Kota Makassar. Makassar Dalam Kacamataku.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/404-tahun-kota-makassar-makassar-dalam-kacamataku.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/404-tahun-kota-makassar-makassar-dalam-kacamataku.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 22:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[404 Tahun Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Dilahirkan di pelosok desa nun jauh di Papua sana, di distrik Bade kabupaten Marauke. Dilahirkan di dalam sebuah kamar pada sebuah rumah kayu sederhana di seberang Sungai Digul, sungai tempat dibuangnya Bung Karno. Setelah numpang dilahirkan di Papua, tahun 1989 ketika saya berumur setahun lebih. Orang tua saya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran, tanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilahirkan di pelosok desa nun jauh di Papua sana, di distrik Bade kabupaten Marauke. Dilahirkan di dalam sebuah kamar pada sebuah rumah kayu sederhana di seberang Sungai Digul, sungai tempat dibuangnya Bung Karno. Setelah numpang dilahirkan di Papua, tahun 1989 ketika saya berumur setahun lebih. Orang tua saya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran, tanah kampung halaman, Makassar.</p>
<p><strong>Makassar sewaktu kecilku</strong></p>
<p>Dibesarkan di Makassar, bukan di sepanjang jalan pinggir Losari, bukan di kawasan elit Panakkukang, apalagi dibesarkan di lokasi &#8216;kota baru&#8217; Tanjung Bunga. Tetapi saya dibesarkan dahulu di mana tawuran adalah hal yang biasa, miras adalah minuman &#8216;persahabatan&#8217;, judi adalah hal rutin yang menyenangkan bahkan &#8216;esek-esek&#8217; merupakan perdagangan dengan perputaran uang yang besar. Yak, saya dibesarkan di kelurahan Barabarayya. Daerah di mana orang menyebutnya daerah &#8216;Texas&#8217;.</p>
<div id="attachment_698" class="wp-caption aligncenter" style="width: 309px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/kanal_makassar_1.jpg"><img class="size-large wp-image-698   " title="kanal_makassar_1" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/kanal_makassar_1-763x1024.jpg" alt="" width="299" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">SUmber foto http://majalahversi.com/galeri/kanal-makassar-1</p></div>
<p>Cukuplah nama sebuah lorong di dekat rumah saya mewakili kerasnya kehidupan masyarakat asli Makassar. Lorong tersebut dinamakan &#8216;Lorong Neraka&#8217;. Lorong tempat bermain saya sewaktu kecil. Lorong dengan segala dinamika yang menyertainya. Lorong yang memberi banyak kenangan yang memberi simpul senyum pada bibir saya.</p>
<p>Di tempat inilah saya menghabiskan masa kecil saya. Dikenalkan dengan kehidupan urban yang termarjinalkan. Ditempa dengan kerasnya sikap masyarakat yang &#8216;dipaksa&#8217; untuk berjuang di kerasnya hidup kota. Di pinggir kanal, di sinilah saya bermain layangan. Di sinilah saya belajar mengendarai sepeda, bermain kelereng, main Playstation, belajar membuat <em>palappo busi</em> (petasan), meriam bambu, bahkan belajar membuat panah busur beracun (yang terakhir itu jangan ditiru).</p>
<p>Tetapi di sini pula saya belajar mengaji, belajar pentingnya sholat 5 waktu, belajar pentingnya nilai-nilai agama dan pentingnya pendidikan serta di sini pula karakter saya dibentuk sedari kecil.</p>
<p>Alhamdulillah sekarang Barabarayya telah berubah banyak. Sejak meninggalnya beberapa bos preman dan warga semakin dewasa berpikir, kejadian tawuran dan hal-hal negatif lainnya telah jauh berkurang. Bahkan saya tidak pernah lagi mendengar kejadian tawuran di Barabarayya. Hal yang patut disyukuri.</p>
<p>Saya tetap bersyukur dan tidak pernah menyesal bisa dibesarkan di Barabarayya.</p>
<p><strong>Pindah rumah</strong></p>
<p>Sisi lain dari kota Makassar saya rasakan di tahun 2001. Ketika kedua kakak saya berhasil masuk di <a href="http://unhas.ac.id" target="_blank">Universitas Hasanuddin</a>, keluarga kami memutuskan untuk pindah rumah. Karena jauhnya jarak antara Unhas dan rumah kami, maka keluarga pun memutuskan untuk pindah rumah ke Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Perumahan yang letaknya jauh dari pusat kota. Perumahan yang berdekatan dengan Kampus Unhas. Alhamdulillah keputusan orang tua saya itu tepat, karena akhirnya seluruh anaknya bisa berhasil masuk di Kampus Unhas yang katanya &#8216;terbaik&#8217; di Indonesia Timur tersebut.</p>
<p>Di BTP ini saya menghabiskan masa remaja saya sampai sekarang ini. Di daerah yang difokuskan sebagai kawasan pendidikan kota Makassar. Di sebuah daerah yang memberi rasa lain terhadap kota Makassar. Kawasan yang dipenuhi oleh kemajemukan. Di sinilah saya belajar mengenal hidup dalam toleransi keberagaman. Dari berbagai suku berkumpul dan menghiasi geliat kehidupan kota Makassar.  Sangat indah.</p>
<p><strong>404 tahun kota Makassar</strong></p>
<div id="attachment_699" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/Makassar1.jpg"><img class="size-full wp-image-699 " title="Makassar1" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/Makassar1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Losari</p></div>
<p>Kini, kotaku, kota Makassar, telah berumur 404 tahun. Kota yang sedang berbenah menuju <em>kota dunia</em>. Makin bersolek dengan kemajuan zaman, dan makin ramai dengan kreatifitas anak mudanya. Namun juga makin semrawut dengan kemacetan, makin dibanjiri sampah visual berupa baligho dan tentu saja yang memiriskan masih sering &#8216;dihiasi&#8217; oleh tawuran yang sungguh sangat kampungan.</p>
<p>Makassar, kotaku yang semakin menua. Teruslah berbenah ke arah yang lebih baik. Semoga engkau makin dicintai, memberi kenyamanan bagi masyarakatnya dan bagi para tamu.</p>
<p>Selamat ulang tahun Makassar.</p>
<p><em>&#8216;Nakke anak Makassar ces&#8217;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/404-tahun-kota-makassar-makassar-dalam-kacamataku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragam Kuliner Lokal. Kekayaan Kuliner Yang Sangat ‘Kita’</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/ragam-kuliner-lokal-kekayaan-kuliner-yang-sangat-%e2%80%98kita%e2%80%99.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/ragam-kuliner-lokal-kekayaan-kuliner-yang-sangat-%e2%80%98kita%e2%80%99.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 11:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Tudang Sipulung]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Tudang Sipulung AM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Minggu, 23 Oktober 2011. Sore yang cerah di halaman depan Kampung Buku. Tempat yang nyaman untuk berkumpul para penikmat buku dan pemerhati budaya. Sore itu telah diramaikan oleh beberapa anak muda yang saling bercerita dan melempar tawa. Mereka hadir dalam acara Tudang Sipulung Angingmammiri. Tema yang diangkat pada Tudang Sipulung kali ini adalah ragam kuliner [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1766" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1766"><img class="size-medium wp-image-1766" title="Suasana Tudang Sipulung Angingmammiri" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/rps20111105_134222-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Tudang Sipulung Angingmammiri</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Minggu, 23 Oktober 2011. Sore yang cerah di halaman depan <a href="https://www.facebook.com/pages/Kampung-Buku/130695786998889" target="_blank">Kampung Buku</a>. Tempat yang nyaman untuk berkumpul para penikmat buku dan pemerhati budaya. Sore itu telah diramaikan oleh beberapa anak muda yang saling bercerita dan melempar tawa. Mereka hadir dalam acara Tudang Sipulung <a href="http://Angingmammiri.org" target="_blank">Angingmammiri</a>.</p>
<p>Tema yang diangkat pada Tudang Sipulung kali ini adalah <strong>ragam kuliner lokal</strong>. Khususnya membahas mengenai kekayaan penganan dan kue khas Sulawesi Selatan serta kiat sukses berbisnis di bidang kuliner.</p>
<p>Tiga pembicara hadir pada Tudang Sipulung ini, yakni Yuli Tanyadji pemilik Cafe Mama Serui dan Panakukkang. Ibu Amanda, pemilik warung Pisang Ijo Amanda di Pasar Segar Panakukkang. Kemudian ada juga John Chendra dari Toko Ujung Jl. Somba Opu. Dipandu oleh <a href="http://daenggassing.com" target="_blank">Dg. Ipul</a> (ketua <a href="Angingmammiri.org" target="_blank">Angingmammiri.org</a>) sebagai moderator.</p>
<p><strong>Berbagi Pengalaman</strong></p>
<p>Ibu Amanda sebagai pembicara pertama menceritakan sejarah awal dirintisnya usaha kulinernya. Memulai usahanya, sebenarnya Ibu Amanda terjun di bisnis pakaian namun akhirnya beralih ke bisnis kuliner. Karena dasar kecintaannya akan kuliner lokal terkhusus terhadap Pisang Ijo, beliau meracik komposisi yang pas untuk pisang ijo buatannya.</p>
<p>Awalnya, Ibu Amanda mengenalkan Pisang Ijo buatannya kepada para pelanggan pakaiannya dan respon positif banyak datang dari banyak orang. Beliau tambah bersemangat untuk membuat Pisang Ijo yang paling cocok untuk lidah kebanyakan orang. Beliau pun akhirnya membuka usaha Pisang Ijo ini dengan tetap menjalankan usaha jual beli pakaian. Seiring waktu, usaha Pisang Ijo Ibu Amanda ternyata laris manis sedangkan usaha di bidang pakaian terus menurun sehingga Ibu Amanda akhirnya fokus ke usaha kuliner Pisang Ijo ini. Dan sekarang usaha Pisang Ijo Ibu Amanda telah membuka toko di tiga kota, Makassar, Jakarta, dan Kendari.</p>
<div id="attachment_1760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1760"><img class="size-medium wp-image-1760" title="Ibu Amanda" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/431096311-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu Amanda berbagi pengalaman dengan Pisang Ijo Amanda</p></div>
<p>Ibu Amanda memberi nasihat kepada kita yang ingin memulai usaha bahwa usaha yang kita jalankan harus sesuai dengan kecintaan kita. Harus sesuai dengan apa yang kita senangi. Terkhusus mengenai usaha kuliner, Ibu Amanda mengatakan bahwa kuncinya adalah menguasai betul resep dan komposisi apa yang kita sajikan karena itu yang menjadi rahasia yang tidak dimiliki pesaing kita.</p>
<p>Pemateri kedua diisi oleh <a href="http://twitter.com/ytanyadji" target="_blank">Yuli Tanyadji</a>, pemilik Cafe Mama. Sebuah cafe yang saat ini menjadi salah satu pilihan utama menikmati kuliner berkualitas di kota Makassar. Sama seperti Ibu Amanda, beliau juga memilih terjun ke usaha kuliner karena kecintaannya akan memasak dan membuat kue. Saat ini, Cafe Mama menyajikan berbagai macam menu yang dapat dinikmati mulai dari kuliner mancanegara sampai kuliner lokal khas Sulawesi Selatan.</p>
<div id="attachment_1761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1761"><img class="size-medium wp-image-1761 " title="Yuli Tanyadji" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/430912846-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Yuli Tanyadji yang sementara hamil tapi tetap semangat bercerita tentang kuliner</p></div>
<p>&#8216;Dua tahun pertama memulai usaha merupakan tahun kritis. Apabila usaha kita bisa bertahan sampai dua tahun pertama, maka yakin usaha kita bisa berjalan lebih baik lagi ditahun-tahun berikutnya&#8217;, begitu kata ibu yang juga berprofesi sebagai urbanis ini.</p>
<p>&#8216;Jadilah pemain pertama dan jangan takut dikritik. Jadikan kritik untuk memotivasi usaha Anda&#8217;, tambahnya.</p>
<p>Berbeda dari dua pembicara pertama yang dari perempuan. Pembicara terakhir adalah seorang bapak dua anak yang ahli dalam meracik kopi. <a href="http://twitter.com/jchendra" target="_blank">John Chendra</a> merupakan pemilik Toko Ujung, toko yang sangat dikenal dari dulu oleh masyarakat Makassar. Merupakan &#8216;swalayan&#8217; pertama yang ada di Makassar yang terletak di Jalan Somba Opu.</p>
<p>Toko Ujung telah hadir di Makassar jauh sebelum Indonesia merdeka. Kata John Chendra, Toko Ujung telah melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat Makassar sejak awal abad ke-20, dan sekarang telah memasuki generasi ke-5. Di genarsi yang kelima ini, Toko Ujung dalam progres untuk merubah konsepnya menjadi toko yang menjual ole-ole khas dari Sulawesi Selatan, khususnya Kopi khas SulSel, kopi Toraja/Kalosi.</p>
<div id="attachment_1762" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1762"><img class="size-medium wp-image-1762" title="John Chendra" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/430920351-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">John Chendra berbicara mengenai kopi dan Toko Ujung.</p></div>
<p>Membawa seperangkat alat peracik kopi, sambil membawakan materi, John Chendra mendemokan cara membuat kopi yang nikmat dan pas. Peserta Tudang Sipulung bisa langsung menikmati rasa dan aroma khas dari Kopi Toraja.</p>
<p><strong>Menikmati kuliner lokal</strong></p>
<p>&#8216;Tudang Sipulung kali ini dikemas berbeda dengan sebelumnya. Diadakan di halaman depan dan teras <strong>Kampung Buku</strong> membuat acara lebih terasa nyaman. Dan tentunya ada banyak kue-kue khas Sulawesi Selatan yang menambah riuhnya acara.</p>
<p>Ada banyak kue yang disajikan, seperti Putu Cangkiri, Putu Menangis, Jalangkote, Sanggara Balanda, Bolu Peca&#8217;, Buroncong, dan berbagai kue kas lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1764" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1764"><img class="size-medium wp-image-1764" title="Sanggara Balanda" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/431091500-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Sanggara Balanda, salah satu kue khas Sulawesi Selatan. </p></div>
<div id="attachment_605" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431085294.jpg"><img class="size-medium wp-image-605" title="Putu Cangkiri" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431085294-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Putu Cangkiri </p></div>
<div id="attachment_608" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431083127.jpg"><img class="size-medium wp-image-608" title="Buroncong" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431083127-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Buroncong, terbuat dari serutan kelapa yang dibakar.</p></div>
<div id="attachment_607" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431082066.jpg"><img class="size-medium wp-image-607" title="Jalangkote" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/431082066-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Jalangkote = Pastel</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia merupakan negara yang kaya akan kuliner dan merupakan bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Hal terpenting yang harus diberikan wawasan dan pemahaman adalah kesadaran akan pentingnya suatu sikap dan perilaku yang bangga terhadap kuliner kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1763" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://angingmammiri.org/?attachment_id=1763"><img class="size-medium wp-image-1763" title="Makan-makaaaaan" src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/11/431076188-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Makan-makaaaaan</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/ragam-kuliner-lokal-kekayaan-kuliner-yang-sangat-%e2%80%98kita%e2%80%99.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sea Games 2011 Torch Relay Makassar.</title>
		<link>http://faizalramadhan.com/sea-games-2011-torch-relay-makassar.html</link>
		<comments>http://faizalramadhan.com/sea-games-2011-torch-relay-makassar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizalramadhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sea Games 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Api Sea Games]]></category>
		<category><![CDATA[Torch Relay Sea Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faizalramadhan.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Ayo Indonesia Bisa! Minggu Malam, 31 Oktober 2011, Saya bersama teman-teman angingmammiri.org menghadiri press conference Torch Relay SEA Games 2011 di Resto Djuku Trans Mall Makassar. Acara tersebut merupakan rangkaian dari acara kirab obor api Sea Games 2011 yang kali ini mampir di kota Makassar. Kami dari penggiat sosial media diundang bersama beberapa dari wartawan nasional dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayo Indonesia Bisa!</strong></p>
<p><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/noimage491x248.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-272" title="noimage491x248" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/noimage491x248-300x151.jpg" alt="" width="300" height="151" /></a></p>
<p>Minggu Malam, 31 Oktober 2011, Saya bersama teman-teman <a href="angingmammiri.org" target="_blank">angingmammiri.org</a> menghadiri press conference <a href="http://www.seag2011.com/in/" target="_blank">Torch Relay SEA Games 2011</a> di Resto Djuku Trans Mall Makassar. Acara tersebut merupakan rangkaian dari acara kirab obor api Sea Games 2011 yang kali ini mampir di kota Makassar. Kami dari penggiat sosial media diundang bersama beberapa dari wartawan nasional dan media elektronik lainnya.</p>
<p>Setelah dari acara tersebut kami diundang ke rumah jabatan Walikota Makassar untuk koordinasi teknis acara keesokan harinya. Mengenai kirab obor yang rencanya akan dimeriahkan oleh Walikota Makassar yang akan ikut berlari membawa obor bersama para atlet Sulawesi Selatan. Namun, dikeesokan harinya rencana tersebut <a href="http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=3318:ilham-batal-bawa-obor-sea-games-&amp;catid=44:info-terkini&amp;Itemid=139" target="_blank">dibatalkan</a> karena sesuatu dan lain hal.</p>
<p>Hari Senin, 31 Oktober 2011, acara kirab obor api Sea Games 2011 diawali di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan tepat pukul 4 sore. Api Sea Games diarak mengelilingi beberapa jalan di tengah kota Makassar. Di mulai dari depan rujab Gubernur menuju lapangan Karebosi lalu ke jalan Bulusaraung, Veteran, Sungai Saddang, Karunrung dan finish di kantor Koni Sulawesi Selatan di jalan Sultan Hasanuddin. Dari kantor KONI, api tersebut dibawa ke Anjungan Pantai Losari Makassar pada malam harinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><div id="attachment_274" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-021.jpg"><img class="size-medium wp-image-274 " title="P31-10-11_17-02[1]" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-021-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kirab obor diikuti oleh para atlet Sulawesi Selatan</p></div><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-082.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-273" title="P31-10-11_17-08[2]" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-082-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kirab obor tersebut diikuti oleh ratusan atlet terbaik Sulawesi Selatan dan dimeriahkan oleh panggung musik keliling dan arak-arakan motor dibelakangnya. Suasana kirab obor yang riuh mendapat perhatian banyak masyarakat di setiap jalan yang dilewati iring-iringan pembawa obor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-08.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-275" title="P31-10-11_17-08" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/P31-10-11_17-08-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Malam harinya di anjungan Pantai Losari telah disiapkan panggung rakyat dalam acara gelar budaya. Masih dalam rangkaian Torch Relay Sea Games 2011 di Makassar. Rencananya api Sea Games akan finish di anjungan Losari, tetapi malam itu cuaca lagi tidak bersahabat. Tiba-tiba hujan lebat dan angin kencang datang mengguyur kota Makassar termasuk di anjungan Losari.</p>
<p>Setelah menunggu sampai pukul 21.00 akhirnya hujan pun reda dan acara siap untuk dilanjutkan kembali.</p>
<p>Panggung acara dimeriahkan oleh Dian Ekawati sebagai pembuka acara, penyanyi lokal yang cukup terkenal di masyarakat Sulawesi Selatan. Dia membuka acara dengan lantunan lagu Angingmammiri dan sebuah lagu Toraja. Kemudian datanglah rombongan atlet yang membawa api Sea Games beserta Gubernur Sulawesi Selatan dan para jajarannya.</p>
<p>Para atlet membentuk sebuah &#8216;pagar&#8217; yang akan dilalui oleh obor api Sea Games. Gubernur Sulawesi Selatan, bapak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syahrul_Yasin_Limpo" target="_blank">Syahrul Yasin Limpo</a> menerima api Sea Games dari atlet Karate Nasional asal Sulsel, Arif Taufan Syamsuddin dan menyalakannya di anjungan pantai Losari dan disaksikan oleh ratusan masyarakat yang memadati.</p>
<p>Walaupun sempat hujan dan ditunda beberapa saat, namun antusiasme masyarakat kota Masyarakat dalam memeriahkan acara ini sangat besar. Acara ditutup dengan panggung hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh band <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat_(grup_musik)" target="_blank">Cokelat</a>.</p>
<p>Selanjutnya obor akan diterbangkan ke Jakarta melalui Balikpapan, Jumat, 4 November 2011. Perjalanan obor akan berakhir di lokasi pembukaan SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, 11 November 2011.</p>
<p>Api adalah simbol semangat, dan diharapkan dalam cara ini api Sea Games yang melalui beberapa kota di Indonesia dapat memberi semangat besar untuk bangsa kita terlebih untuk menghadapi event besar Sea Games XXVI 2011. Kita semua berharap dan berdoa semoga Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik dan menjadi juara umum.</p>
<div id="attachment_799" class="wp-caption aligncenter" style="width: 304px"><a href="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/374422_10150380380552948_39935792947_8258329_1380996345_n.jpg"><img class="size-full wp-image-799  " title="Ayo Indonesia Bisa" src="http://faizalramadhan.com/wp-content/uploads/2011/11/374422_10150380380552948_39935792947_8258329_1380996345_n.jpg" alt="" width="294" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Ayo Indonesia Bisa</p></div>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faizalramadhan.com/sea-games-2011-torch-relay-makassar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

